Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Namaku Calista



           Namaku Calista, seorang siswi di Sekolah Menengah pertama. Seorang gadis yang lebih mementingkan belajar daripada mencari pacar seperti yang teman-temannya lakukan. Hingga pada suatu hari perkiraannya salah. Ia mengira bahwa ia takkan pernah berpacaran sampai ia mengapai cita-citanya tapi yang terjadi kini diluar perkiraannya. Ia telah jatuh pada prasangkanya sendiri
*FLASHBACK*
            Calista POV
            Aku berjalan dengan tergesa-gesa memasuki kelasku. Tapi yang kulihat mejaku sudah diduduki oleh seorang cowok yang tak pernah kukenal sebelumnya dan bodohnya aku karena ak lebih memilih mengalah daripada mencari perkara yang tak akan pernah ada habisnya. Aku lebih memilih duduk di bangku belakang. Tapi, aku yakin aku pasti bisa berkonsentrasi walaupun aku duduk di belakang.
            Waktu berjalan sangat cepat. Tak terasa waktu istirahat tiba, aku bergegas menuju kantin dengan tak ditemani oleh seorang temanpun. Ketika aku sampai di kantin aku melihat ada segerombolan anak perempuan yang entah sedang mengerumuni apa. Aku beranikan diriku untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata mereka semua sedang mengerumuni seorang cowok yang tadi sudah merebut bangkuku di kelas. Aku tak ambil pusing dengan apa yang terjadi saat ini. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang sudah menarik kedua tanganku.
            “Mulai sekarang jangan ganggu aku lagi, karena aku sudah mempunyai pacar. Pacarku adalah Calista yang sekarang sedang berdiri disampingku ini.”
            Aku hanya terpaku dengan apa yang barusan kudengar. Apa maksud dia berkata bahwa aku ini pacarnya. Aku merasa bahwa aku tidak pernah menjalin kasih dengan siapapun. Apalagi dengan seorang pria yang saat ini sedang berdiri disampingku. Tak terasa ia menarik tanganku untuk meninggalkan kantin.
            “Apa maksudmu berkata seperti itu? Apakah kau ingin mempermainkanku? Aku bukan seorang wanita yang dengan mudahnya isa kau permainkan. Lepaskan aku dan biarkan aku hidup tenang.” Ucapku dengan tegas.
            Tiba-tiba ia memelukku, seorang pria yang tak kukenal sedang memelukku. Aku heran dengan apa yang terjadi saat ini.
            “Aku mohon jangan berbicara seperti itu, aku sungguh – sungguh mencintaimu. Namaku Aiden, mungkin kau baru mengenalku tapi bagiku kau dan aku sudah mengenal sejak dahulu. Jauh sebelum kita bertemu saat ini.” Ucapnya dengan cepat dan membuatku semakin bingung.
            “Lepaskan aku! Biarkan aku berfikir tentang semua ini.”
----o----
            Aku berjalan pelan menuju sekoalhku. Hingga tiba- tiba ada seseorang yang mengagetkanku.
            “Hai Calista, naiklah. Kita bisa berangkat bersama untuk hari ini.” Ucap seseorang yang ternyata adalah Aiden.
            “Tidak, terimakasih. Aku bisa berangkat sendiri.”Tolakku cepat
            “Aku mohon sekali ini saja, aku hanya ingin mengajakmu berangkat bersama. Apakah aku salah?” Tanyanya dan dapat kulihat wajah memelasnya.
            “Baiklah hanya untuk hari ini.”
----o----
            Semakin hari ia semakin sering mengajakku berangkat bersama dan pulang bersama. Hingga akhirnya aku mencoba untuk mencari tahu tantang dirinya. Namanya Aiden. Anak tunggal dari seorang pengusaha terkenal.
            “Hai, Calista. Ayo kita pulang bersama.”Ajaknya untuk yang kesekian kalinya.
            “Bukankah kita memang selalu pulang bersama.” Jawabku sambil tersenyum.
            “hari ini kurasa aku sangat beruntung.” Ucapnya tiba- tiba dan aku hanya bisa mngernyit kebingungan.
            “Karena aku bisa melihat senyumanmu, senyuman yang selama ini selalu kunanti.”
            Entah mengapa setelah aku mendengar ucapannya aku menjadi sangat senang. Dan anggapanku bahwa aku tidak akn pernah menjalin kasih dengan seseorang sampai cita – citaku tercapai adalah salah. Aku baru menyadarinya. Menyadari bahwa aku mencintai Aiden, seorang pria yang tiba – tiba saja bisa megubah pandanganku
END
             

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar